oleh : Irfa Afrini
Kejujuran bukan hanya tentang berkata benar di hadapan orang lain, tetapi lebih dalam dari itu, berani jujur kepada diri sendiri. Banyak orang mampu menipu sesama, namun tidak sedikit yang akhirnya tersiksa karena menipu hatinya sendiri.
Kejujuran dalam diri berarti berani mengakui kelemahan, menerima kekurangan, dan tidak berpura-pura menjadi orang lain. Sebab, kepura-puraan hanya melahirkan kegelisahan, sedangkan kejujuran menumbuhkan ketenangan.
Hidup dengan kejujuran membuat langkah kita ringan. Tidak ada yang perlu ditutupi, tidak ada yang perlu dimanipulasi. Sebaliknya, kebohongan akan selalu menuntut kebohongan berikutnya hingga hati menjadi gelap dan jiwa kehilangan arah.
Ketika Rasulullah menerima perintah hijrah, beliau memilih Abu Bakar sebagai teman perjalanan. Dalam gua Tsur, Abu Bakar berkata dengan penuh ketulusan
“Wahai Rasulullah, jika salah satu dari mereka melihat ke bawah kakinya, niscaya mereka akan menemukan kita.”
Rasulullah menjawab dengan kejujuran iman yang menenangkan “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah: 40)
Di sini, terlihat kejujuran Abu Bakar dalam kekhawatiran sebagai manusia biasa, dan kejujuran Rasulullah dalam menenangkan dengan iman yang teguh. Persahabatan itu saling menguatkan, bukan saling menutupi kebenaran hati.
Imam al-Ghazali menegaskan: “Orang yang benar-benar jujur adalah orang yang lurus hatinya kepada Allah, sehingga segala sesuatu yang lahiriah hanyalah bayangan dari kebenaran batiniah.”
Artinya, kejujuran tidak hanya sebatas perkataan, tetapi keselarasan antara hati, ucapan, amal, dan niat.
Maka, mulailah dari diri sendiri beranilah jujur dalam pikiran, niat, dan tindakan. Sebab, orang yang mampu jujur kepada dirinya, niscaya akan mudah jujur kepada orang lain, dan akan hidup dalam ketentraman yang hakiki.
Kejujuran adalah cermin dari kemurnian hati. Ia adalah pondasi bagi kepercayaan, baik dari Allah, diri sendiri, maupun orang lain. Tanpa kejujuran, hubungan akan rapuh, cita-cita mudah runtuh, dan keberkahan sulit diraih.

